Search This Blog

Saturday, September 29, 2012

Audit Sosial; Rakyat Bertindak Sendiri

Seorang sahabat mengatakan, apa lagi yang dapat kita harapkan di sini sementara kata-kata diberangus, nilai diperkosa oleh pragmatisme dan kebaikan dipahami sebagai kompensasi alih-alih hak dan kewajaran menjadi hal yang sulit bahkan untuk sekedar dibicarakan. Contoh, sebagai warga negara (baca: rakyat; untuk mengatakan orang-orang miskin di negeri ini) cenderung dijejali dengan berbagai kewajiban yang harus dipenuhinya sementara hak-haknya disembunyikan oleh orang yang konon seharusnya membela. Atas nama orang-orang miskin, konon suatu kedaulatan lahir dan kita masih bertanya-tanya sampai di manakah?
Kita berupaya, oleh karena itu tercipta hukum dan lain-lainnya menyangkut penyelenggaraan negara ini. Semakin elok upaya-upaya itu, tampaknya justru semakin akrab saja dengan keadaan sebaliknya dari yang kita harapkan.
Rakyat bertindak sendiri; ini menyerupai kata-kata main hakim sendiri. Barangkali seperti inilah yang dapat kita coba; Audit Sosial dan Upaya Mendorong Akuntabilitas Pembangunan; selengkapnya dapat dilihat di sini:
http://www.tifafoundation.org/index.php?comp=home.detail.25&lang=id